2PM !!!!

2PM !!!!

Senin, 18 April 2011

about wooyoung and IU



Wooyoung 2PM baru-baru ini membuat kejutan kepada  IU dengan berpura-pura menjadi fansnya melalui telepon.
Ketika IU menjadi bintang tamu di acara radio, “Lee Soo Young Music Show”, dia menerima telepon dari seorang ‘fans’  avid. Wooyoung berpura-pura menjadi anak asal  Busan yang mengidolakan IU; akibatnya, ketika ia pertama kalinya ‘belajar’ saat  berbicara dengan IU, ia terus berkata, “Apakah saya berbicara dengan IU? Apakah ini benar-benar IU? “
Wooyoung mengeluarkan kemampuan aktingnya untuk membuat suara terdengar beda dari biasanya, dia pura-pura nervous dan terkejut. Ketika Lee Soo Young bertanya  mengapa ia menyukai IU, dia menjawab “Tidak ada alasan tertentu”. Dia mengatakan bahwa semua teman-temannya menyukainya, dan senang melihat dia di “Dream High”. ia juga mengatakan tidak akan  berbicara lagi  dengan ‘Jason’ karena dia “orang jahat”.
Wooyoung  mengungkapkan dirinya adalah  ’calon penyanyi asal  Busan’ (Wooyoung berasal dari Busan), dan ia ingin menyanyikan sebuah lagu untuk IU. Dia menyanyikan  reff lagu 2PM “again and again” sementara IU mendengarnya dengan perasaan takjub. Lee Soo Young dengan cepat tau bahwa itu suara Wooyoung, dan kemudian memarahinya, “Wooyoung, tolong hentikan!”, Tapi IU tetap tidak mengerti, bahkan ia berkomentar bahwa suara itu terdengar seperti suara  Wooyoung atau Junsu.
Ketika Wooyoung akhirnya mengakui identitasnya, IU terkejut dan tidak bisa menahan tawa. Setelah itu, ia meraih selembar kertas mengipas  wajahnya, dan mengatakan bahwa dia tidak bisa percaya itu benar-benar Wooyoung. Mereka saling bertanya mengapa mereka berdua jarang berkomunikasi, dan Wooyoung mengungkapkan bahwa ia sedang sibuk untuk promosi  di Jepang.
Setelah mengungkapkan identitasnya, Wooyoung juga mengungkapkan bahwa IU sangat populer dan disukai member 2PM, tetapi ia menyatakan: “Tentu saja aku yang paling menyukainya,” mengklaim gadis tipe idealnya  ”baru saja terjadi setelah dirubah”. Sepertinya mereka  menjadi lebih dekat setelah syuting  ’adegan ciuman’ dalam “Dream high,” Wooyoung menjawab, “ini masih terlalu dini untuk dibicarakan.”
Mendekati akhir acara, ia berkata bahwa ia selalu  mendengarkan IU setiap malam sebelum dia tidur dan kemudian meminta  IU menyanyikan lagu  ”Slowly- Slowly”

Minggu, 17 April 2011

Jang Wooyoung

Jang Wooyoung, known mononymously as Wooyoung (Hangul: 우영), was born on April 30, 1989. He is a singer in 2PM, a 6-member boy band that is active in South Korea and managed by JYP Entertainment.

Debut

On September 4, 2008, Wooyoung, along with 6 other members, debuted as 2PM with their first single "10점 만점에 10점" ("10 Points out of 10 Points") from their single album "Hottest Time of the Day." was selected to be a JYP trainee through MGoon's JYP auditions. He won first place in this audition against 5000 other candidates.
He once filled in as a dancer partner with Wonder Girls member Kim Yubin when T.O.P fromBig Bang fainted the day before the special performance with the Wonder Girls during the 2007 MBC Music Awards.
He first debuted as an actor in the 2011 KBS drama series Dream High playing as Jason, which premiered on January 3, 2011.

drama

Girl : hey ! J
Boy : hey ! J
Girl : may I say something ?
Boy : ya , you may ?
Girl : I’m verry comfort beside you !
Boy : oh , that is ?
Girl : ya . Do you have someone you like ?
Boy : ya , I do .
Girl : certainly that girl verry lucky . Will you call her ?
Boy : ya I wiil . I wiil call her now !
Girl : that’s right . Go call her and say you love her !
Boy : ok !
The boy typing te girl number 081 321 xxx xxx
Drrrt drrrt you are drrt the only drrt drrt drrt exeption drrt drtt you are drrt drrt drrt the only drrt drtt exeption drrt drrtt .
I’m sorry I have one call said that girl .
Girl : hallo ?
Boy : I LOVE YOU !!

jingga part 1

 Matahari pagi yang cerah sudah menyinari sela-sela kamar jingga . Jingga yang baru bangun dan sedang bersiap untuk segera berangkat sekolah . Jingga atau nama lengkapnya Langit Jingga adalah seorang siswi di salah satu SMA favorit di Bandung dia duduk di kelas XI IPA 2 . Hari ini dia berangkat lebih pagi dari biasanya , karena ada tugas kimia yang belum dia selesaikan .
*****
Sesampainya disekolah jingga langsung ke kelasnya mau ngerjain tugas Kimia yang jingga belum mengerjakannya sama sekali karena dia Jingga ngga ngerti sama sekali materi kimia yang ini . jinggamengerjakannya dengan sahabat baiknya yaitu Rizky cowo yang emang terkenal dikelas suka dateng paling pagi , dan pinter .

"ky , ajarin aku kimia yang ini dooooong , pliiiis yaaa?" rayu jingga
“gimana yaa ? ajarin ngga yaa ?”kata Rizky sambil cengengesan
“yaelah kamu sama sahabat sendiri ko gitu ? ajarin yaaa ?” kata jingga sambil cemberut
"hoii jangan cemberut , jelek tau ! ok aku ajarin kamu , emang yang kamu ngga ngerti soal yang mana ?" jawab Rizky
"dasar ! yang ini ky "

--------------ngerjain tugas kimia---------------

"makasih yaa ky ugah bantuin aku nerjain tugas kimia , kamu sahabat terbaik aku deh"kata Jingga sambil senyam-senyum bahagia
"hmmm, sama-sama . Tapi ngga gratis kamu privat kimianya ?" kata Rizky dengan senyum jailnya
"ahhh Rizky jangan gitu dong kamu sama aku , kita temenan kan udah lama"kata Jingga sambil cemberut
"hahahaha , masa kamu ngga tau aku . Aku bercanda kali , aku ikhlas ko bantuin kamu"kata Rizky sambil ngakaks abis
"makasih yaaaa ky" sambil meluk Rizky

Rizky itu sebenernya cowo yang keren, tinggi , cakep , pinter , kaya , tapi sayang dia cowo terjutek di kelas , malahan satu sekolah . Orang yang bisa naklukin si Rizky hanya dua orang yang pertama Jingga temen terdekatnya  , mereka deket gara-gara waktu pengisian formulir daftar ulang Rizky ngga ngerti sepenuhnya bahasa ndonesia  , Rizky hanya fasih bahasa Jepang dan Bahasa inggris tapi bahasa Indonesianya kacau banget, untunglah ada jingga yang gebantuin . Dan dari situ mereka kenal dan jadi deh sejarang temen deket . Bukannya Rizky ngga bisa ngisi formulir tapi dia ngga ngerti soalnya baru pulang dari Jepang . Yang kedua itu Kinta , temen Rizky sejak kecil . Selain mereka ngga  ada orang lain lagi yang bisa ngadepin Rizky , mereka pada takut disemprot sama Rizky . Meskipun Rizky itu juteknya kagak ketolongan dia juga aktif di organisasi OSIS di sekolah , Karena dia aktif di organisasi mau tak mau dia juga harus ngga terlalu jutek sama anak-anak OSIS yang laenya , itu juga kalo lagi ada acara tertentu tapi tetep aja kalo lagi hari-hari biasa juteknya kagak ketulungaaaaaaaaan !!!!!!

Seperti biasa suasana kelas di pagi hari itu banyak anak-anak yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing . Ada yang ngerjain PR , ada yang copas tugas punya yang laen dan kegiatan anak SMA di pagi hari seperti biasa .
******
Tak lama kemudian bu Rani dateng , bu Rani itu adalah guru kimia di kelas jingga , dan juga sekaligus sebagai wali kelas .

"anak-anak kumpulkan buku tugas kalian sekarang juga tidak ada alasan!" perintah bu Rani
"baik bu.."kata anak-anak serempak
Kemudian mereka mengumpulkan buku tugas mereka .
"jingga kamu udah ngerjain tugas kimia dari bu Rani semuanya?" tanya silver
“udah dooong , baru aja aku nyeleseiin tugas itu tadi pagi sama Rizky" kata Jingga sambil tersenyum tipis
"ah kamu sih enak deket sama Rizky , jadi bisa dibantuin ngerjain tugas kimia yang bejibun kayak gitu" kata Silver dengan muka cemberut
"hehehe , kenapa sih kalian pada takut sama Rizky segala , Rizky tuh baik tau"
"iya sama kamu baik sama kita ? Boro-boro . Bukan takut kita itu ngeri kakamu deket dia takut disemprot sama omongannya tang cukup pedas . Kan waktu itu juga Ratih temen sekelompoknya dia pernah kena semprotanya Rizky ampe si Ratih nangis , aku sampe ngga berani ngebayanginnya”
"oh yaa ? Emang kapan ntu anak bikin Ratih nangis ?" kata Jingga dengan nada heran
"kakayaknya kalo  ngga salah tuh seminggu yang lalu deh , aku ngga tau tuh kenapa si Ratih bisa disemprot sama Rizky" kata Silver sambil dengan ekspersi berpikir
"oooh" jingga ber oh-oh ria .

Pembicaraan mereka berhenti ketika bu Rani mulai mengajar kembali setelah beres memeriksa pekerjaan murid-murinya itu . Tak lama pergantian bel berbunyi , bu Rani keluar kelas . Diluar kelas sudah ada Pak Riswan guru matematika yang terkenal salah satu dari guru killer disekolah , dan juga soalnya yang selalu bejibun .
******

"anak-anak sekarang siapkan ketas selembar kita ulangan sekarang" perintah pak Riswan
"hah ?! Apa pak ulangan ? Ko mendadak ?" kata anak-anak serempak
"kenapa kalian hah-hah saja ? Cepat keluarkan kertas selembat kita ulangan ! Tidak ada yang protes lagi" kata pak Riswan yang mekihat Randi si yang hendak protes .

Sambil para murid megeluarkan kertas kosong mereka pak Riswan mulai membagikan soal ulangan Matematika yang bejibun . Ngga nanggung-nanggung lagi 20 soal , belum anak-anaknya ! mana soalnya essai semua dan ditambah lagi gurunya killer abis . Setelah 2 X 50 menit berlalu bel tanda istirahat berbunyi .

"teeeet .. Teeet " bel berbunyi yang artinya para siswa kelas XI IA 2 terlepas dari penderitaan soal matematika yang bikin stress ampe pulangan .

Dengan cepat Pak Riswan bekoar-koar kesana-kemari membawa semua hasil ulangan anak-anaka XI IA 2 dan dalam sekejap semua hasil ulangan sudah ada di tangan Pak Riswan . Kalau Pak Riswan udah bilang kumpulin ,Harus cepet di kumpulin karena kalo ngga , bakalan di blacklist atau yang paling parah dan paling sadis di kasoih telor di raport .
****

"oh makasih bel karena kau berbunyi penderitaan ku berakhir , gila bangetlah pak Riswan ngasih soal bejibun kayak gitu udah gitu soalnya bejibun lagi " kata jingga pada silver teman satu mejanya itu
"emang kamu baru tau yaa ?" keluh silver
"bukannya aku baru tau , jingga !” Rizky dengan seenaknya manggil
“eh bentar ya aku nyamperin Rizky dulu" kata jingga ketika melihat salah satu sahabatnya memnanggil dirinya untuk menemuinya
"mulai deh kamu , kayaknya apa-apa yang disuruh sama Rizky kamu nurut-nurut aja deh , ngga pernah aku liat kamu nolak dia , kamu kayaknya sukan nnurutin kemauan dia . Jangan-jangan kamu ada apa-apa sama dia" goda Silver
" Apaan sih kamu ? Kayak anak-anak sekelas deh ngegosipin aku kayak gitu . Kamu juga tau sendirikan aku punya gebetan , tapi ape kate lu deh , eh ntar pulang sekolah jadikan ? kalo ngga jadi aku ada acara laen nih"
“jadi ko , jadi tenang aja ngga akan batal kecuali kalo kamu yang batalin janji itu !” kata Silver ngerocos
"okedeh" kata jingga sambil berjalan meninggalkan teman semejanya itu.
*****

"apaan Ky !?" tanya Jingga
" temenin makan nyok di kantin ?"kata Rizky kalem
"hah ?! Kamu manggil aku cuman buat nemenin kamu makan di kantin ?"
"ayolah temenin aku makan ? Bentar aja ko ngga akan lama . Ya ya ya maukan ?" kata Rizky dengan nada merayu
"yaudah ayoo"kata Jingga dengan nada ogah-ogahan
"anggap aja ini bayaran aku tadi yang udah ngebantuin kamu ngerjain tugas kimia"
"eh ternyata kamu masih juga mikirin balesan tadi kamu ngebantuin aku kimia ! Dasaar"kata Jingga dengan tatapan jutek abis
"hehehe , ngga pa pa doong . Jutek amat sih kamu"
"idiiih siapa juga yang jutek ! yang ada kamu kali yang jutek sama anak-anak"
"oh kalo masalah yang itu beda lagi jingga"
"terus kenapa alesan kamu ? Heh ?! Kamu nyadar ngga sih kamu tuh baiknya cuman sama aku tau ?"
"aku ngga bisa kasih tau alasannya sekarang . Terus kalo masalah aku cuman baik sama kamu itu aku nyadar ko , aku juga nyadar anak-anak pada sirik sama kamu karena aku baik sama kamu "
"terserah apa kata kamu deh"

Tanpa sadar mereka sudah ada di depan kantin dan mereka pun masuk ke katin . kantin itu sebenarnya terletak di daerah kelas XI . Dan juga kantin itu merupakan kantin utama di SMA tersebut .
******
Sesampainya dikantin , suasana dikantin itu pasti kalian tau sendirkan ? Ricuh kayak dipasar induk waktu subuh . Banyak nanget orang-orang yang kesana kemari . sayang dikantin itu tak banyak meja yang disediakan , meja disan sangat terbatas hanya berkisar 30 meja saja lengkap dengan 4 kursi di masing-masing meja .
Rizky dan Jingga celingak celinguk mencari-cari apakah masih ada meja yang kosong yang mereka bias duduki ? .

"eh ky kita mau duduk dimana sih ? Penuh semua tau mejanya"
"kata siapa penuh semua , tuh ada yang kosong sebelah sana Jingga . Mata kamu kemana sih ?" ejek Rizky
"oh disitu , ngga keliatan kali ! itukan di pojok banget "
"makannya punya mata itu pergunakan dengan sebaik-baiknya jangan dipake yang ngga-ngga !"
"mulai deh kamu ceramahin aku . Dari pada kamu ceramahin aku mendingan cepetan kita duduk , ntar ada yang nyamber lagi" ajak Jingga
"iya deh Mrs ngga sabaran !" jawab Rizky

Akhirnya mereka pun duduk disalah satu meja yang masih kosong , dan terletak di sudut ruangan kantin itu .

"kamu tungguin aku disini , aku mau mesen dulu makan " kata Rizky ?
"iya my majesty" jawab jingga dengan malas
"oh ya kamu mau mesen apa ? Tenang aku yang bayar "
"jus kiwi aja deh jawab Jingga kalem
"kamu mentang-mentang dibayarin malah minta yang mahal-mahal . Yang agak murahan dikit napa aku lagi boke kalo lagi kaya raya sih kagak napa napa ini waktu boke minta yang mahal-mahal " protes Rizky
"bercanda kali , lagian aku juga ngga mau dan ngga suka jus kiwi . Jus jeruk campur strawberry aja deh ky biasa kamu tau kan ? "
"iya tau yakin nih ?"
"kamu tuh ya ! Iya yakin 100000000kali . Cepetan keburu bel lagi !"
"hahaha , iya Mrs ngga sabaran , bawel amat sih "

Rizky pun memesan makanana dan minumannya . Sambil menunggu makanan dan minumannya datang mereka asik ngobrol nga sadar mereka jadi pusat perhatian . mereka menjadi pusat perhatian para siswa karena hanya dengan dua alasan yaitu :
·         Yang pertama : Jingga bisa ngobrol rilex berdua sama Rizky .
·         Yang kedua : banyak cewek-cewek yang patah hati liat Rizky sama Jingga . Ya iyalah banyak yang patah hati meskipun si Rizky itu jutek abis tapi dia itu cowok terperfect di sekolah .
********

 Acara ngobrol mereka dipotong oleh teman terbaiknya Rizky , ya Kinta siapa lagi . Kinta itu satu-satunya cowok yang emang deket sama Rizky dan Kinta itu suka jadi sasaran para cewek -cewek buat nyari info tentang Rizky . Tapi percuma aja para  cewek nanyain sama Kinta toh Kinta ngga akan pernah mau buka mulut sampe Rizkynya sendiri ngijinin dia buat buka mulut . Sebenernya Kinta itu ngga kalah cakep , keren sama pinternya sama Rizky cuman dia kalah pamor karena Rizky itu terkenal pindahan dari luar negeri dari Jepang cuy . Kinta ? Dia bukan pindahan darimana-mana , ya jelaslah kalah pamornya sama Rizky . Sebenernya yang emang harusnya pindahan dari jepang itu Kinta kalo diliat dari nama lengkapnya , KINTA KUDO , tuhkan dari struktur namanya aja udah Jepang banget . lah kalo si Rizky ? Nama panjangnya Rizky itu RIZKY PUTRA  NAUFAl ngga ada sama sekali unsur-unsur jepangnya kan ? Emang , itu cuman faktor Luck sama emang udah takdir . Sebenernya Kinta itu ANAK BLASTERAN Jepang , Inggris sama Sunda . Ayahnya Kinta adalah orang Jepang keturunan Inggris dan ibunya adalah asli orang Sunda .

"heh kamu berdua sadar ngga sih kalian itu jadi pusat perhatian dari tadi tau ! Eh kamu ky banyak cewek-cewek pada nangis gara-gara liat lo sama si Jingga'’ kata Kinta mengagetkan jingga da Rizky
"alah biarin aja lah siapa suruh mereka liatin gue dan emang apa urusan gue kalo mereka ngeliatin" kata Rizky cuek
"…." Jingga diam karena kaget , seneng , ngga percaya yang didepannya itu Kinta cowok yang dia suka dari sejak kelas X .

Ah aku ngga percaya ini beneran Kinta , Kinta ada di depan gue ? Apakah ini mimpi ? Ngga ini bukan mimpi ini kenyataan Jingga , Kinta emang ada di depan kamu . Kata jingga dalam lamunanya mengagumi sosok Kinta yang dari sejak beberapa detik yang lalu ada didepannya . tanpa sadar Jingga melamun

"jingga , Jingga , jIngga !" panggil Rizky
"eh ? Apa ?" tanya jingga kebingungan karena dikagetkan dari lamunannya 
"kamu denger ngga sih aku ngomong ?" kata Rizky
"eh , emang kamu ngomomh apa ky ?" Tanya Jingga dengan penuh rasa heran
"kita jadi pusat perhatian oon !"
"ha ?! Masasih sejak kapan ?" kata Jingga denga begonya
"sejak kalian jalan berdua dari kelas ke kantin ini " jawab Kinta menerangkan
"wah ?! Masa sih . Emang ada yang salah di kita ?”
"ngga ada yang salah ko , cuman mereka tuh pada nanya-nanya ada apa dengan Jingga dan Rizky ? Tau " kata Kinta kembali meneragkan .
Ini cewe sebenernya pura-pura oon atau emang aslinya oon kata Kinta dalam hati .
"ooohhh , emang kita ada apa ky ?" tanya Jingga polos
"Ah luuu ! Jangan belaga oon deh .  Udahlah ngga usah dibahas ngga penting tau " kata Rizky sambil melotot kearah Jingga
"yeeee kan aku ga tau ky , jangan marah-marah gitu dong !"
"abis kamu ya sih oon"

Kinta hanya tertawa melihat tingkah laku kedua temannya ini yang saling memarahi , meledek , dan juga saling melengkapi satu sama lain . Tak lama bel kembali berbunyi  itu tandanya kebebasan para murid untuk beristirahat telah berakhir . Mereka akan disibukan lagi dengan pelajaran-pelajaran yang dapat memusingkan kepala mereka , membuat mumet kepala merka dan lainya . Jingga dan Rizky kembali ke kelas mereka kelas sedangkan Kinta ke kelasnya yang berada disebelah kelas Jingga dan Rizky yaitu kelas XI IA 1 .
******

Sepulang sekolah jingga pergi dengan Silver , Tari , Wisa , Kara dan Tasya ke sebuah pusat perbelanjaan di Bandung . Silver , Tari , Wisa kara dan Tasya niatnya sih mau nyari kado buat temennya yang ulang tahun dan mereka minta pendapatnya Jingga buat nyari kado yang cocok , eh malah shopping selama berjam-jam jadi nyesel deh Jingga nganter mereka si  shoppaholic ini . Liat aja barang bagus dikit , tanpa pikir panjang langsung beli tuh barang meskipun ya harganya selangit .
Seudahnya belanja seabreg kayak gitu Silver ngajak makan di sebuah restoran mewah . Buseet dah aku ngga bawa uang lebih , mana makanannya pada mahal-mahal lagi kata Jingga dalam hati .

"kenapa sih ? Ko mukanya kayak yang abis liat setan kayak gitu ?" kata Silver
"eh ? Kalian yakin mau makan disini . Bukannya harganya pada selangit ?" Kata Jingga
"tenang aja , kamu Cuma tinggal makan itu buat ucapan terima kasih udah nganterin kita selama seharian belanja . Sorry yaa ? Oh ya , tenang aja makanan semuanya aku yang bayar , mumpung ada diskonan . Hahaha " kata Silver
"pantesan kamu ngajak akau kesini , ada diskonan yoh . Tapi tetep aja kan harganya masih tetep selangit"Jingga protes
"aduh kamu itu kuatiran bangey sih ! Tenang aja kali inikan resto punya keluarga besar si silver . Jadi siapaun anggota keluarga aku boleh makan sepuasnya disini da GRATIS !" kata Tasya
"pantesan jadi kita makan gratian nih disisni ?"
"iyaaa , yaelah kamu masih tetep aja mikirin harga , pengeluaran sama budget kamu . Tenang GRATIS ko makan disini asal sama aku tentunya"kata silver sambil membanggakan diri
"hahaha iya sorry"
"udah ah ayo kita mesen makanan masing-masing udah laper nih" kata Wisa
"dasar kamu gembul , bentar-bentar lapeeeer !" Protes Kara
"diiih, ngga papa kali suka-suka aku kali " bela Wisa
"udah deh kalo mau makan-makan jangan sambil ribut" kata Tasya

Setelah terlepas dari ribut kecil itu akhirnya mereka memesan makanan dan makan .
******

Akhirnya Jingga pulang juga , Jingga dianter oleh Silver . Pulang nyampe rumah langsung menuju ke dapur nyari makanan sama minuman terus bawa ke kamar , terus mandi dan nyantei dulu sebelum disibukan lagi dengan tugas dan juga embel-embelnya .

"ah aku ngga percaya tadi aku ngobrol sama Kinta ! Curhat sama Rizky ah , aku telpon Rizky deh " kata Jingga dengan sangat antusias .
*******
Dikamar Rizky blackberrynya terus berkoar-koar minta untuk diangkat karena ada telpon masuk.

"siapa sih malem-malem telpon ganggu orang lagi belajar aja deh " gerutu Rizky .
Disambarnya blackberrynya itu lalu diangkat telponya yang dari tadi sudah berkoar-koar .
"hey ky ?" kata Jingga membuka pembicaraan di telepon
"hey Jingga  , ada apa kamu nelpon aku malem-malem gini ?" tanya Rizky heran
"hehehe ,sorry . Abisnya ngga ada temen buat curhat"
"ko curhat sama aku sih ? Emang ngga ada temen cewek kamu yang mau dengerin curhatan luu ?"
"yaelah biarin aja kali , aku yang telponkan , aku juga yang bayar jadi kamu ngga usah panik . Bukannya ngga ada , tapi mending curhatnya sama kamu aja "
"oooooh ya udah emang mau curhat apaan ?"
"nah gitu doong , curhat eh..eh…."
"curhat apaan sih yang jelas kalo ngomong ngga usah pake aja eh ehan segala . Pasti tentang cowok ya?"
"hehehe , ko tau aja sih gue mau curhat tentang cowok , kan gue belom bilang"
"udah ketebak kali dari tadi . Dasar oon !"
"yeee . Kamu jahat banget sih sama sahabat sendiri . Dibilangin oon mulu dari kemaren-kemaren . Apa ngga kasian ?"
"hahahaha , emang kamu oon kali , ngga nyadar aja dari kemaren-kemaren . Kasian ? Gimana yaa ? Kasian sih tapi tetep aja harus tega sama kamu yang oon kayak gitu biar agak pinter dikit salah siapa kamu oon ! wlee"
"dasar , kalo ini ngobrol langsung udah aku jitak kali kepala kamu biar kamu juga  nyadar yang oon juga bukan aku doang yang sekarang lagi aku telpon juga oonya sama ! Wleee . sejak kapan yaa aku punya sahabat kayak gini ?"
"hahaha , sialan awas loh besok aku kejar kamu biar bisa aku jitak duluan ! Kamu punya sahabat kayak gini sejak pertama kita kenal , sejak kamu bantuin aku ngerjain formulir dan sejak kapan aja boleh dan seharusnya kamu itu sangatlah bersyukur tau punya sahabat yang cakep , pinter , baik hati dan tidak sombong "
"oh my gosh ! Tolong sadarkan temenku yang satu ini . Penyakit narsinya udah kumat !"
"hehehe , oh iya katanya mau cerita , mau cerita tentang siapa emang ?"
"oh iya lupa , abisnya kamu ngajakin bercanda mulu . Aku mau nanya tentang Kinta dong Ky"
"hah ?! Kinta ngga salah nih ?"
"he.eh Kinta . Kamu seberapa deket sih sama Kinta ?"
"oh seberapa deket yaaa ?"
"he.eh Rizky Putra Naufal ! kamu tuh oon , bego atau idiot sih ?"
"deket sih tapi lebih deket aku sama kamu . Kamu suka ya ?"
"oooooh , ehmm"
"ehmm apaan ? Sukakan sama si orang Jepang itu ?"
"iya" kata Jingga pelan . Gawat nih kalo Rizky liat muka aku yang merah kayak kepiting rebus gini , bisa-bisa aku diledek sama si Mr.Jutek kata Jingga dalam hati .
“jadi Kinta itu giman ky ?”
"nih Kinta itu bla bla bla bla bla bla bla bla …………………….. Jadi Kinta itu gitu Jingga . Udah cukup informasinya ?"
"……."
"jingga , jingga ? Kemana sih nih orang aku udah cerita panjang lebar nih . Jingga Jingga .  Yaelah dia malah tidur ngorok lagi . Good night Jingga sayang , aku suka kamu" Rizky mengakhiri percakapan di telpon itu , meskipun kata-kata terakhirnya diucapkan dengan sangat pelan .

Jingga kalau aku boleh jujur sebenernya aku tuh suka , cinta sama sayang sama kamu tapi aku ngga punya cukup keberanian buat bilang . Dan sekarang aku tau dari mulut kamu sendiri kalo kamu itu sebenernya suka sama Kinta bukan aku . Dan betapa bodohnya aku cerita tentang Kinta ke jingga , semoga dia udah tidur pas aku cerita tentang Kinta . Udahlah mending aku ngikut tidur juga . Good night my Mrs.bawel kata Rizky dalam hati .
******


Sore sepulang sekolah Jingga belom juga pulang dia masih disekolah . Jingga sedang melamun di mejanya , Jingga sedang melamunkan perkataan Kinta di telpon yang bilang “ pulang sekolah jangan dulu pulang aku mau ngomong dulu bentar aja ngga akan lama , tapi kamu nunggu 20 menitan ngga pa pa kan ?” dan dengan mudahnya Jingga berkata iya tanpa berpikir dulu , dan sekarang dia ngga tau apa yang akan dikatankan Kinta ke Jingga .
 Jingga sudah hampir selama 20 menit melamun , Rizky yang dari tadi memperhatikan Jingga dari mejanya mulai mendekati Jingga untuk menyadarkan Jingga dari lamunannya dan berencana untuk mengagetkan Jingga yang dari tadi ngelamun mulu .

"Doooooor !"Rizky mengagetkan Jingga
"@#$%^&*(_)(&%#@!$& , anjrit kamu ngagetin aja . Masalah kamu apa sih ngagetin gue ? Hah ?!" kata Jingga jengkel
“yaudah maaf , ngelamunin apa sih ?”
"ngga ngelamunin apa-apa ko " sambil wajah Jingga memerah
"Ah pasti lagi ngelamunin Kinta ya ? Atau jangan-jangan aku nih ?" kata Rizky geer sambil menyinggul lengan Jingga
"idiiiiih geer banget sih jadi orang "
"ya kalo gitu pasti Kintakan ?"
            Jingga kamu pasti lagi ngelamunin Kinta ya ? kamu lagi mikirin Kinta ya? Kalo aku bisa jujur dan bisa bilang sama kamu aku tuh sebenerya iri sama Kinta yang ada di tempat yang terspesial di hati kamu , sedangkan aku ? mungkin aku hanya ada di tempat terbiasa di hati kamu , aku iri Jingga aku iri sama Kinta ! kata Rizky dalam hati
“ lah ko malah jadi kamu yang ngelamun ?” Tanya Jingga sambil menyadarkan Rizky dari lamunannya
“eh hehehe , benerkan Kinta yag kamu pikirin ?”
“…………….” Jingga hanya bisa terdiam dan mukanya memerah
“tuh kan bener !”
“idiiiih…” 
Drrrt……..drrrrtt..if I could …….drrrrt….i would ……drrt……do it again …….drrrrrt do it again…….drrrt

"bentar ky ada telpon "
Jingga pun mengangkat telponnya
"halo , oh iya . Sekarang ? Oh yaudah kalo gitu , tunggu bentar lagi aku kesana" pembicaraan Jingga dalam telpon berhenti .
"Siapa yang telpon Jingga ?" tanya Rizky
"Aku pergi dulu ya Ky ada urusan bentar" Jingga tak menjawab pertanyaan Rizky siapa yang menelpon tapi Jingga hanya bisa tersenyum .
“mau kemana sih ?” Tanya Rizky heran
“mau pergi dulu bentar aja ngga akan lama ko . Pulang bareng kan ? tungguin ya” kata Jingga sambil mulai beranjak pergi dengan raut muka yang sangat bahagia dan senang .
“dasar cewe aneh , tapi sebenernya dia mau kemana sih ? aku ikutin ajalah “ sambil Rizky mulai mengkuti Jingga keluar kelas tanpa sepengetahuan Jingga .

Rizky penasaran siapakah yang menelpon Jingga barusan ? Kenapa dia terlihat sangat senang dan juga bahagia ? Mungkinkah yang menelpon itu Kinta ? Tapi apakah mungkin Kinta menelpon Jingga? Kalaupun iya ada apa Kinta menelpon Jingga ? Dari pada penasaran akhirnya Rizky secara diam-diam mengikuti Jingga ,dan ketika dia mengikuti Jingga , mereka kini ada di taman belakang sekolah yang emang jarang digunain oleh para siswa karena emang tempatnya di belakang sekolah yang sepi . Tapi ngga banyak siswa yang atau kalo taman belakang sekolah itu view-nya bagus banget , apalagi kalo sore bisa liat sunset yang indah banget .

Setibanya Jingga di taman belakang dia duduk di salah satu bangku disana , Rizky yang mengikutinya hanya melihat dari ke jauhan . Tak lama setelah Jingga duduk di bangku terdengar suara orang yang lagi nyanyi lagunya Petra yang "inilah cintaku" plus dengan suara gitar .

Cinta dirimu lengkapiku
Kamu tau yang ku mau
Telah ku coba cari yang lain
Cuma kamu yang ku mau
Inilah cintaku
Inilah sayangku
Hanya untuk mu
Terimalah diriku apa adanya
Kan ku jaga selalu dirimu dirimu

Tak lama kemudia Kinta muncul sambil bawa gitar dan nyanyiin lagu itu depan Jingga dan Kinta mengeluarkan benda yang tadi dia sembunyiin di belakang punggungnya . Dan ternyata itu adalah bunga mawar merah yang udah disiapin dari awal . Jingga kaget setengah mati begitu juga denga Rizky . Rizky bertanya-tanya dalam hati Apakah mungkin Kinta sedang mengutarakan isi hatinya pada Jingga ? Tapi itu tak boleh terjadi ! Jingga ngga boleh jadi milik Kinta , Jingga itu milik aku milik Rizky bukan Kinta ! kata Rizky dalam hati .

Rabu, 16 Maret 2011

waktu !

Waktu adalah sebuah kata pendek , jelas dan mungkin bagi setiap orang mempunya makna dan arti tertentu . Makna dan arti tertentu yg mungkin sangat berarti . Terkadang setiap orang itu ingin mengulang kembali waktu , memberhentikan waktu , dan juga mempercepat waktu . Pasti diantara kalian akan memilih salah satu hal itu . Kalau kalian ingin tau apa yg aku inginkan sekarang aku ingin memutar kembali waktu yg sudah berlalu itu , waktu yg mungkin sudah tak bisa diulang kembali . Kalau pun bisa mungkin itu hanyalah angan angan belaka , hayalan belaka yg mungkin takan pernah bisa terwujud . Karena hal itu mustahil . Tapi apabila tokoh cartoon "DORAEMON" memang ada permintaanku yg pertama ialah "doraemon tolong keluarkan mesin waktumu , mesin waktu yg bisa pergi ke waktu manapun yg kita mau" . Dan hal itu juga adalah sebuah ANGAN ANGAN dan HAYALAN BELAKA ! . Andaikan aku bisa kembali pada waktu itu waktu yg telah bisa membuat satu rasa penyesalan , dan satu rasa penyesalan itu sukses mebuat rasa penyesalan itu terbawa dan tetap berada dalam sudut tergelap hati ini . Aku hanya ingin memperbaiki satu hal itu , hal yg telah membuat rasa penyesalan mendalam . Ingin ku ulangan waktu , tapi itu takan bisa .

Sabtu, 22 Januari 2011

Sebuah cerita yang bis abuat aku menangis


Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar,
tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami
berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan
aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi.
Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia
menikah dengannya.
***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa
waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja
karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat
kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku
harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &
adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak
menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu
dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang
suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku
mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat
dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah
kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan
ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan
dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus
suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah
kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan
teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang
wanita yang sangat akrab  mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa
menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika
melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu  sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum
dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan
mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia
kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya
erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”,
ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan
cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah
mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan
keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku
pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di
dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku,
baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang
bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan
suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”
lebih baik kau pulang
saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. 

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan
alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih
labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak
diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang
menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan
memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan
padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah
ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun
pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai
ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam
kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut
kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku
memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia
mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang
bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang
Aku menjawab, ”
Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi
barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?
Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku
juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita
menikah dan aku akan pulang dengan mama ku
”, jawabnya tegas.

Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja
kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa
penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana
kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket
pesawat untuknya.

Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”,
jawabnya tegas.

Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3
minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku
dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh
aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang
& cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku,
tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu
padaku karena suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus
berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya
harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan
oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat
mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan
keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus
airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini
bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak
tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan
ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu
bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman,
karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi
kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak,
tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku.
Dia pasti akan selalu menelponku.
***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa
sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis,
jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku
pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh
tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku
mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik
laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku
terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu
berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa
memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan
bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu
marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku
jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau
membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan
cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari
aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang
melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang
masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “
aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya
satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam
saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku
menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai
parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku
juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir
ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap
salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap
berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci
kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah
kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa
reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung
naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan
bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam,
mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur
sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus
wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus
witir 3 raka’at.
***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya
dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku
memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku
berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari
rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku?
Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu.
Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian
yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang
sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “
Loe
pikir aja sendiri!!!
”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku
berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau
berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas
tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara
seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari
mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras.
Suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan
mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku
serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya
seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang
aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis
setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang
baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya
tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia
perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia
tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku
telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu
kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku
sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya
hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah
menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku
untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam
usai, suamiku memanggilku.

Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama
kesayangannya “Ayah”.
Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi
kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara
kami.
Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke
Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia
menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh
cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin..
sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin
rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada
tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu
menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar
menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam
kesendirianku..
***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman
aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah
berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada
acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam
kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga
besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam
lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada
sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik
padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun
menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang
tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh
dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling
berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara
dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot
mata yang tajam.
Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “
Kau telah bergabung dengan keluarga kami
hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan
yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!
“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina
ataukah dipisahkan dengan suamiku?

Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu..
sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak
mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.
” Neneknya
berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong
matanya.
Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan
dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya.
Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak
punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari
ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “
kau
maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini
seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap
seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal
di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku
untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan
gemetar aku menjawab dengan tegas.
Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku
dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa
depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru
dirumah kami.

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan
pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi
air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “
Ayah siapakah yang akan
menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?
Suamiku menjawab, ”Dia Desi!
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”
Kapan
pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan
ini Nek?.
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.

Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk
menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah
berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat,
aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin
berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini,
cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun
belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin
sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok.
Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku
sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia
berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera
memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “
terima kasih
ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi
saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia
tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan
jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia
sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata,  “
sudah malam, kita
istirahat yuk!
Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu,
kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi
pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin
takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat
memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.
***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di
laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku
marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat
suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam
itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup
untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena
mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri
sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya
masuk dan berbicara padaku.
Apakah kamu sudah siap?
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia
masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci
kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan
do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu
setelah itu..
”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku
meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku
langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku
tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”
Baik bunda akan ayah ulangi, lalu
apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia
agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya
saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”.
Dia memelukku dan berkata, “
bunda adalah wanita yang paling kuat
yang ayah temui selain mama
”.

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan
berkata, 
“Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja?
Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih
sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan
satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah!
Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya,
setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang
dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah
berzina Ayah.
” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki
imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.
Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres
denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya
dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “
bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti
dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“.
Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus
khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang
suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat
hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”,
tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut.
Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante
yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan
hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan.
Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka
melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang
selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja.
Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia
tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak
seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur
dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang
mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk
berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa
ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur
dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu
sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan
kiriku, tentu saja aku kaget.

Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti
itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia
berkata, “
maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita
karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang
dengan mama, papa dan juga adik-adikku

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku
untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum
saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan
menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku
telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau
ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang
selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?

Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu
sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut
suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”
Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan
bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus
mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta
ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar
bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan
tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin
ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda
pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi
oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada
kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak
pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku
ini.
Aku hanya menjawab, “
Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak
pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya
mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang
lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku
tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku
sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku
dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya
juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing,
rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan
main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa
kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”
Bunda,
Ayah minta maaf…

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa
yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, ”
Yah, bunda ingin pulang..
bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya,
Yah..
Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang
banget sama Ayah.

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas,
kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan
suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup
dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami
pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan
anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu
aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau
fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa
engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah
menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa
yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan
Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap
sebaliknya.”
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
=====================================================
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena
dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya.
Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia
memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa
seperti itu ayah?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu
pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela
Desi dan
ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi
padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus
menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum
untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
=====================================================
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu
ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang
mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku,
rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun
aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa
tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu
terlihat di tidurmu yang panjang.

Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu
meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.
Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu
saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..